Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Saya mau bahagia, maka dari itu saya menjauhi kamu

  20.04.2021 / 10.15 Ada yang saya pelajari (kembali) minggu ini, tentang mengeliminasi semua orang yang tidak ada kontribusi positif nya kedalam kehidupan saya kecuali masukan destruktif yang mereka suapi setiap kali kami bertemu. Rasa maklum saya terlalu besar terhadap mereka, sehingga kerap saya mewajarkan apa yang mereka lakukan terhadap saya, sampai suatu ketika saya sadar bahwa segala sesuatunya sudah tidak sehat untuk mental saya. Saya mewajarkan sikap mereka yang mencari saya ketika mereka memerlukan saya, tapi disaat saya membutuhkan mereka, tiba-tiba saja mereka hilang ditelan arus kuat bumi. Saya mewajarkan sikap mereka yang kerap menghina saya lewat perbincangan berjudul “bercanda”, saya ikut tertawa ketika justru saya merasa dihakimi dan dipojokkan. Saya mewajarkan sikap mereka yang marah pada saya disaat apa yang terjadi bukanlah kesalahan saya, mereka hanya butuh seseorang untuk dijadikan kambing hitam. saya mewajarkan semuanya, karena saya menganggap mereka tidak ta...

Kado Bagi Kehidupan

Kepuasan terbesar dalam hidup adalah berhasil melakukan sesuatu yang orang lain kira anda tak mampu melakukannya~ Walter Bagehot Penulis, jurnalis Inggris Usia kita di dunia ini tak panjang. Orang jaman sekarang, tak banyak yang bisa hidup sampai seratus tahun. Dari sedikit waktu itu, sejarah kehidupan kita di dunia terukir. Kelak, orang akan mengenangkan kita setelah mati dengan prestasi-prestasi yang pernah kita capai. Atau bisa pula banyak orang justru akan mengenang keburukan perilaku kita semasa hidup di dunia ini. Semua itu tergantung dari apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan. Tujuan hidup memang bukan untuk dikenangkan, bukan pula untuk menjadi seorang pahlawan. Tetapi, ketika kita melakukan sesuatu, sekecil apapun untuk kebaikan dunia ini, kebaikan alam, kebaikan sesama manusia, disitulah sejarah kepahlawanan muncul dengan sendirinya. Orang akan mencatat dalam ingatan, bahkan dalam buku-buku yang nantinya menjadi pembelajaran anak-anak cucu kita di sekolah-sekolah. Kepa...

Woman is like a tea bag ~

Woman is like a tea bag. You can’t tell how strong she is until you put her in hot water.                           – Eleanor Roosevelt. Wanita diciptakan sebagai sosok yang lembut. Namun di sisi lain, wanita dapat sekeras dan setegar karang dalam mengarungi kehidupan. Wanita sudah bersahabat dengan rasa sakit sepanjang hidupnya. Ini belum termasuk sakit hati karena banyak hal, ya. Saat remaja, wanita merasakan sakit saat menstruasi. Ini berlanjut hingga menikah. Wanita merasakan tidak nyaman ketika hamil, melahirkan, bahkan menyusui. Tapi wanita menikmati semua itu. Dia mampu bertahan! Wanita juga mampu menjalani banyak peran. Dia bisa menjadi seorang teman, istri, ibu, bahkan bisa menjalankan banyak profesi dan pekerjaan sekaligus. Wanita mampu mengatur keuangan, memasak seperti koki, bahkan menjadi guru di rumah bagi anak-anaknya. Tak jarang wanita harus tetap tersenyum meski hatinya tertekan. Bisa jadi tekanan itu...