Langsung ke konten utama

Saya mau bahagia, maka dari itu saya menjauhi kamu

 


20.04.2021 / 10.15

Ada yang saya pelajari (kembali) minggu ini, tentang mengeliminasi semua orang yang tidak ada kontribusi positif nya kedalam kehidupan saya kecuali masukan destruktif yang mereka suapi setiap kali kami bertemu. Rasa maklum saya terlalu besar terhadap mereka, sehingga kerap saya mewajarkan apa yang mereka lakukan terhadap saya, sampai suatu ketika saya sadar bahwa segala sesuatunya sudah tidak sehat untuk mental saya.


Saya mewajarkan sikap mereka yang mencari saya ketika mereka memerlukan saya, tapi disaat saya membutuhkan mereka, tiba-tiba saja mereka hilang ditelan arus kuat bumi. Saya mewajarkan sikap mereka yang kerap menghina saya lewat perbincangan berjudul “bercanda”, saya ikut tertawa ketika justru saya merasa dihakimi dan dipojokkan. Saya mewajarkan sikap mereka yang marah pada saya disaat apa yang terjadi bukanlah kesalahan saya, mereka hanya butuh seseorang untuk dijadikan kambing hitam.


saya mewajarkan semuanya, karena saya menganggap mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan pada saya adalah sebuah kesalahan. Tapi kemudian saya berpikir, bahwa mereka semua sudah termasuk kategori "tua umur" tapi pendewasaan belum mampir singgah di beranda hati mereka. Entah mereka yang keras hati atau memang mereka nyaman dengan pribadi yang melulu membawa dampak negatif ke sekeliling?


Akhirnya saya putuskan untuk memotong semua akses komunikasi, untuk menjaga kesehatan mental saya yang memang sakit. Saya ga mau dibebani hal yang datang dari orang lain. Saya kan juga manusia yang mau bahagia, gimana saya bisa bahagia kalau saya sendiri mengijinkan sikap dan perilaku mereka yang lupa bahwa saya seorang manusia, mempunyai hati. 


Saya berdoa semoga Tuhan memberikan mereka kebahagiaan. Bukan kebahagiaan yang datangnya dari memanfaatkan kebaikan orang lain.




Salam sayang,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Moment To Remember : Tentang Melahirkan Nala 🎔

Akhirnya setelah menimbang-nimbang, mau ngebahas tentang proses melahirkan Nala atau nggak, akhirnya aku memutuskan untuk... Posting aja deh! Selain bisa sebagai tambahan informasi bagi teman teman yang sedang hamil, juga sebagai pengingat aku dan suami atas setiap moment yang kami lewati untuk kelahiran putri pertama kami, nala. Here we go... Jadi, sebetulnya aku dan suami adalah tipe yang sangat exited untuk langsung punya anak setelah menikah (tidak menunda) Setelah kami menikah, 29 april 2023 yang ada difikiranku adalah "kapan ya aku hamil?", "kok aku ga hamil hamil ya?" aku selalu berdoa setiap hari "semoga bulan depan aku hamil" Dan,  Tuhan menjawab doa kami setelah 8 bulan pernikahan. Tentu, We are sooo excited! Begitu tau aku hamil. aku langsung tanya sani sini Spog disini yang oke dimana sih?, kamu ke dokter siapa, dia ke dokter siapa? setiap bulan selalu rutin USG USG pertama kami memilih di RS Mitra Medika Pontianak, bersama dr...

Sri Minarsih *

selamat malam sri ! Pertama kali bertemu di tahun 2014, di ruangan laboratorium kampus ketika kami berada di tahun pertama perkuliahan. Aku tidak pernah berharap bahwa persahabatan seperti saat ini, selama 4 tahun terahir benar-benar seperti mengambil jalan yang sama. Kami berasal dari daerah yang berbeda tapi kami mengambil program studi di universitas yang sama, kami memiliki dosen pembimbing skripsi yang berbeda tapi kami mengambil topik yang sama, kami mengambil mata kuliah yang berbeda tapi kami selalu belajar dan mengerjakan tugas di tempat favorit kami. Ya kami tidak pernah benar benar bersama, tapi kami selalu menemukan cara untuk melihat satu sama lain walaupun berada di kehidupan masing-masing. kita juga tidak mengobrol setiap hari untuk bertaya apa yag kita lakukan di setiap harinya, saya bahkan tidak punya keberanian untuk mengisi buddymeter.com tentang anda, saya sudah mencoba satu kali tapi sudah gagal di pertanyaan pertama, jadi saya berhenti (maaf saya seperti t...

Kado Bagi Kehidupan

Kepuasan terbesar dalam hidup adalah berhasil melakukan sesuatu yang orang lain kira anda tak mampu melakukannya~ Walter Bagehot Penulis, jurnalis Inggris Usia kita di dunia ini tak panjang. Orang jaman sekarang, tak banyak yang bisa hidup sampai seratus tahun. Dari sedikit waktu itu, sejarah kehidupan kita di dunia terukir. Kelak, orang akan mengenangkan kita setelah mati dengan prestasi-prestasi yang pernah kita capai. Atau bisa pula banyak orang justru akan mengenang keburukan perilaku kita semasa hidup di dunia ini. Semua itu tergantung dari apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan. Tujuan hidup memang bukan untuk dikenangkan, bukan pula untuk menjadi seorang pahlawan. Tetapi, ketika kita melakukan sesuatu, sekecil apapun untuk kebaikan dunia ini, kebaikan alam, kebaikan sesama manusia, disitulah sejarah kepahlawanan muncul dengan sendirinya. Orang akan mencatat dalam ingatan, bahkan dalam buku-buku yang nantinya menjadi pembelajaran anak-anak cucu kita di sekolah-sekolah. Kepa...