Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Ulang Tahun dan Harapan.

Banyak hal yang saya anggap penting sewaktu kecil dulu, menjadi sepele seiring bertambahnya usia saat ini. Sebut saja anting-anting di telinga, baju baru di hari raya, pandangan orang lain tentang saya, teman nonton bioskop, dan perayaan ulang tahun. Satu minggu lalu, usia saya genap 25 tahun. Tidak seperti ketika saya masih sekolah dulu, bahkan kuliah, saya masih merasa tanggal 23 juni adalah keramat. Bukan hanya saya, kalau bisa keluarga, teman dekat, dan orang yang saya kenal harus ikut merayakan. Baik dengan hadiah ataupun sebuah ucapan, "selamat ulang tahun!" Saya bisa kesal sendiri jika ada teman dekat yang lupa memberi selamat. Betapa perhatian dan perlakuan spesial adalah sebuah kebutuhan untuk saya, dulu.   Tidak ada salahnya perayaan, apalagi hanya datang setahun sekali. Saya saja merasa semakin tua umur maka perayaan, hiruk-pikuk, dan sejenisnya, semakin tidak begitu penting. Energi dan waktu luang semakin sedikit, sedangkan rutinitas pekerjaan serta masa...

Just be yourself

Saturday, 12:02 This story belong to one of my best friend, yang beberapa hari lalu saya temui di salah satu kedai kopi jalan Gajah Mada, Kota Pontianak. Gloomy, itu satu kata yang pas untuk menggambarkan dia hari itu, sesuai dengan hujan yang sedang turun diluar. Dengan cappucino ice dan kopi susu panas di atas meja, percakapan pun dimulai. “Cinta kami tuh kaya foam nya starbucks awalnya doang ada di atas, semakin di jalanin lama-lama abis.” Dia sedang dalam pencarian untuk menemukan jati diri dan cinta. Perjalanannya tidak mudah, dan sekarang dia lagi kehilangan semuanya secara bersamaan. Pernah merasakan tidak bebas menjadi diri sendiri demi disukai orang lain? demi bertahan dalam sebuah hubungan lalu merubah kepribadian kita menjadi orang lain yang bukan diri kita sendiri? sekarang dia dalam posisi itu. Dia kehilangan identitasnya sendiri. Dia lelah menjadi orang lain dan tidak tahu bagaimana menghadapinya.  Intinya dia terpaksa mencintai untuk dicintai, sehingga memaksakan dir...

Belajar memaafkan.

Mari kita jujur, kita semua telah terluka oleh orang lain pada suatu waktu. Kita diperlakukan dengan buruk, kepercayaan hancur dan hati kita terluka.  Ada hal yang menarik dimana ketika setahun yang lalu penanda sebuah pesan singkat masuk ke dalam salah satu media chat di handphone saya; “Maafin semua yang sudah aku lakuin ke kamu dulu.” Saya menghela nafas menekuri satu persatu huruf yang tertera disana, seketika jemari saya gagu bisu.  Ingatan membawa saya kembali ke masa ketika saya menyimpan banyak kemarahan dan dendam terhadapnya dan waktu dimana saya sangat ingin menyakitinya kembali. Tapi tiba-tiba saya menyadari jauh sebelum pesan singkat itu masuk, saya telah memaafkan dia.  Saya pun belajar untuk menerima bahwa segala sesuatu terkadang tidak seperti apa yang kita inginkan, tetapi dari sanalah kita bisa mendapatkan ‘sesuatu’ yang berharga. Saya yakin bahwa tidak ada satu orangpun di dunia ini yang berniat menyakiti orang lain, dan di dalam diri semua orang b...