Langsung ke konten utama

Belajar memaafkan.



Mari kita jujur, kita semua telah terluka oleh orang lain pada suatu waktu. Kita diperlakukan dengan buruk, kepercayaan hancur dan hati kita terluka. 

Ada hal yang menarik dimana ketika setahun yang lalu penanda sebuah pesan singkat masuk ke dalam salah satu media chat di handphone saya;

“Maafin semua yang sudah aku lakuin ke kamu dulu.”

Saya menghela nafas menekuri satu persatu huruf yang tertera disana, seketika jemari saya gagu bisu. 

Ingatan membawa saya kembali ke masa ketika saya menyimpan banyak kemarahan dan dendam terhadapnya dan waktu dimana saya sangat ingin menyakitinya kembali. Tapi tiba-tiba saya menyadari jauh sebelum pesan singkat itu masuk, saya telah memaafkan dia. 

Saya pun belajar untuk menerima bahwa segala sesuatu terkadang tidak seperti apa yang kita inginkan, tetapi dari sanalah kita bisa mendapatkan ‘sesuatu’ yang berharga. Saya yakin bahwa tidak ada satu orangpun di dunia ini yang berniat menyakiti orang lain, dan di dalam diri semua orang bersemayam emosi serta kesedihan yang terkadang mempengaruhi keputusan atau tindakan yang mereka ambil.

Hari itu saya belajar untuk memaafkan segala sesuatu dari masa lalu yang pernah merobek sesuatu dalam hati saya. Sumpah serapah kebencian juga dendam yang pernah saya ucapkan bertahun tahun lalu di hadapan Tuhan pun menguar ke udara, menghilang. Sebuah pesan saya kirimkan;

“Nope, it’s ok. :)”

terkirim.

terbaca.

the key is we all need to learn to let go. We all need to be able to forgive, so we can move on from anger and be happy in our life.

Kemudian saya berdoa bahwa dia menemukan kebahagiaan seperti saya menemukan kebahagiaan saat ini. 

Jadi apakah kamu juga sudah memaafkan hari ini?


Regard,


shelva


Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Moment To Remember : Tentang Melahirkan Nala 🎔

Akhirnya setelah menimbang-nimbang, mau ngebahas tentang proses melahirkan Nala atau nggak, akhirnya aku memutuskan untuk... Posting aja deh! Selain bisa sebagai tambahan informasi bagi teman teman yang sedang hamil, juga sebagai pengingat aku dan suami atas setiap moment yang kami lewati untuk kelahiran putri pertama kami, nala. Here we go... Jadi, sebetulnya aku dan suami adalah tipe yang sangat exited untuk langsung punya anak setelah menikah (tidak menunda) Setelah kami menikah, 29 april 2023 yang ada difikiranku adalah "kapan ya aku hamil?", "kok aku ga hamil hamil ya?" aku selalu berdoa setiap hari "semoga bulan depan aku hamil" Dan,  Tuhan menjawab doa kami setelah 8 bulan pernikahan. Tentu, We are sooo excited! Begitu tau aku hamil. aku langsung tanya sani sini Spog disini yang oke dimana sih?, kamu ke dokter siapa, dia ke dokter siapa? setiap bulan selalu rutin USG USG pertama kami memilih di RS Mitra Medika Pontianak, bersama dr...

Sri Minarsih *

selamat malam sri ! Pertama kali bertemu di tahun 2014, di ruangan laboratorium kampus ketika kami berada di tahun pertama perkuliahan. Aku tidak pernah berharap bahwa persahabatan seperti saat ini, selama 4 tahun terahir benar-benar seperti mengambil jalan yang sama. Kami berasal dari daerah yang berbeda tapi kami mengambil program studi di universitas yang sama, kami memiliki dosen pembimbing skripsi yang berbeda tapi kami mengambil topik yang sama, kami mengambil mata kuliah yang berbeda tapi kami selalu belajar dan mengerjakan tugas di tempat favorit kami. Ya kami tidak pernah benar benar bersama, tapi kami selalu menemukan cara untuk melihat satu sama lain walaupun berada di kehidupan masing-masing. kita juga tidak mengobrol setiap hari untuk bertaya apa yag kita lakukan di setiap harinya, saya bahkan tidak punya keberanian untuk mengisi buddymeter.com tentang anda, saya sudah mencoba satu kali tapi sudah gagal di pertanyaan pertama, jadi saya berhenti (maaf saya seperti t...

Kado Bagi Kehidupan

Kepuasan terbesar dalam hidup adalah berhasil melakukan sesuatu yang orang lain kira anda tak mampu melakukannya~ Walter Bagehot Penulis, jurnalis Inggris Usia kita di dunia ini tak panjang. Orang jaman sekarang, tak banyak yang bisa hidup sampai seratus tahun. Dari sedikit waktu itu, sejarah kehidupan kita di dunia terukir. Kelak, orang akan mengenangkan kita setelah mati dengan prestasi-prestasi yang pernah kita capai. Atau bisa pula banyak orang justru akan mengenang keburukan perilaku kita semasa hidup di dunia ini. Semua itu tergantung dari apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan. Tujuan hidup memang bukan untuk dikenangkan, bukan pula untuk menjadi seorang pahlawan. Tetapi, ketika kita melakukan sesuatu, sekecil apapun untuk kebaikan dunia ini, kebaikan alam, kebaikan sesama manusia, disitulah sejarah kepahlawanan muncul dengan sendirinya. Orang akan mencatat dalam ingatan, bahkan dalam buku-buku yang nantinya menjadi pembelajaran anak-anak cucu kita di sekolah-sekolah. Kepa...