Mari kita jujur, kita semua telah terluka oleh orang lain pada suatu waktu. Kita diperlakukan dengan buruk, kepercayaan hancur dan hati kita terluka.
Ada hal yang menarik dimana ketika setahun yang lalu penanda sebuah pesan singkat masuk ke dalam salah satu media chat di handphone saya;
“Maafin semua yang sudah aku lakuin ke kamu dulu.”
Saya menghela nafas menekuri satu persatu huruf yang tertera disana, seketika jemari saya gagu bisu.
Ingatan membawa saya kembali ke masa ketika saya menyimpan banyak kemarahan dan dendam terhadapnya dan waktu dimana saya sangat ingin menyakitinya kembali. Tapi tiba-tiba saya menyadari jauh sebelum pesan singkat itu masuk, saya telah memaafkan dia.
Saya pun belajar untuk menerima bahwa segala sesuatu terkadang tidak seperti apa yang kita inginkan, tetapi dari sanalah kita bisa mendapatkan ‘sesuatu’ yang berharga. Saya yakin bahwa tidak ada satu orangpun di dunia ini yang berniat menyakiti orang lain, dan di dalam diri semua orang bersemayam emosi serta kesedihan yang terkadang mempengaruhi keputusan atau tindakan yang mereka ambil.
Hari itu saya belajar untuk memaafkan segala sesuatu dari masa lalu yang pernah merobek sesuatu dalam hati saya. Sumpah serapah kebencian juga dendam yang pernah saya ucapkan bertahun tahun lalu di hadapan Tuhan pun menguar ke udara, menghilang. Sebuah pesan saya kirimkan;
“Nope, it’s ok. :)”
terkirim.
terbaca.
the key is we all need to learn to let go. We all need to be able to forgive, so we can move on from anger and be happy in our life.
Kemudian saya berdoa bahwa dia menemukan kebahagiaan seperti saya menemukan kebahagiaan saat ini.
Jadi apakah kamu juga sudah memaafkan hari ini?
Regard,
shelva
Komentar
Posting Komentar