Saturday, 12:02
This story belong to one of my best friend, yang beberapa hari lalu saya temui di salah satu kedai kopi jalan Gajah Mada, Kota Pontianak. Gloomy, itu satu kata yang pas untuk menggambarkan dia hari itu, sesuai dengan hujan yang sedang turun diluar. Dengan cappucino ice dan kopi susu panas di atas meja, percakapan pun dimulai.
“Cinta kami tuh kaya foam nya starbucks awalnya doang ada di atas, semakin di jalanin lama-lama abis.”
Dia sedang dalam pencarian untuk menemukan jati diri dan cinta. Perjalanannya tidak mudah, dan sekarang dia lagi kehilangan semuanya secara bersamaan. Pernah merasakan tidak bebas menjadi diri sendiri demi disukai orang lain? demi bertahan dalam sebuah hubungan lalu merubah kepribadian kita menjadi orang lain yang bukan diri kita sendiri? sekarang dia dalam posisi itu. Dia kehilangan identitasnya sendiri. Dia lelah menjadi orang lain dan tidak tahu bagaimana menghadapinya.
Intinya dia terpaksa mencintai untuk dicintai, sehingga memaksakan diri menjadi orang lain dengan tujuan agar disukai sama pasangannya. Semua serba maksa sih ujung-ujungnya. Dia yang saya kenal itu selalu suka pakai sneakers dengan celana jeans dan kemeja kebesarannya, rambut dikucir, gaya bicara dan ketawa yang nyablak dan apa adanya, kulit wajah hampir tidak tersentuh makeup. Lalu ketika dia bersama pasangannya, semuanya digantikan dengan high heels, rok mini, rambut digerai, wajah full make up, senyum tipis mengembang. Bukan dia banget pokoknya, tapi semua dia lakukan biar pasangannya betah sama dia karena perempuan “seperti itu” lah yang jadi tipe kesukaan pasangannya.
“that’s all fake! I couldn’t be my self, !” Ucapnya
Menjalani hubungan yang tidak sehat dengan ngorbanin diri sendiri supaya jadi sosok yang disukai orang lain sampe kita sendiri kehilangan jati diri menurut saya kurang bijak. Gini deh, hidup itu kan cuma sebentar jadi buatlah diri sendiri senang terlebih dahulu, ga perlu bertahan dalam suatu hubungan yang bikin kita jadi mengorbankan banyak hal. Once you make yourself happy then hubungan yang baik pun pasti datang kok ke kita. Please eliminate drama in our life.
“Akucuma pengen bahagia…”
Sure, just close relationships require sacrifice because you can’t please everyone. Go out, buy the good records and eat cheese pizza, go please yourself first because you deserve the best in your life.!”
love,
Shelva

Komentar
Posting Komentar